novel

True love


Bab 1


Hari ini aku begitu kesal,kusambar tas kecil dan kunci mobil aku pergi menyendarai mobil dengan kencang berharap aku bisa melupakan sejenak kekesalanku,aku berhenti disatu tempat memarkirkan mobilku dipinggir jalan.aku keluar dari mobil menatap jauh pemandangan yang begitu indah.didepanku ada jurang yang dalam sekelilingnya terdapat pagar pembatas,sering terjadi kecelakaan dijalan ini karena bertikung tapi pemandangannya sangatlah mempesonaku ada danau kecil dibawah dan dikelilingi bukit bukit hijau.aku menarik napas panjang dan membuangnya perlahan.hanya membantu sedikit saja,kekesalan dalam hatiku tidak lah hilang.masalahnya aku begitu emosi oleh rekan kerjaku dikantor,itu bukan salahku tapi sepertinya ingin menjatuhkanku dimata atasan.banyak rintangan bagi seorang karyawan yang masih bekerja tiga bulan langsung dijadikan asisten,sementara ada yang sudah lama bekerja tapi tidak mendapatkan keinginannya.
Beberapa saat pikiranku melayang setelah itu aku pun kembali menyetir mobilku menuju kesebuah diskotik.aku duduk disebuah kursi tinggi dengan meja kecil dan memesan minuman seketika itu juga aku langsung meneguknya mencoba untuk tenang menghayutkan semua pikiran kesalku dalam gelas kecil minuman ini.tidak lama kemudian seorang pria menyapaku.hi,sendiri saja?aku tidak menjawab bahkan menoleh pun tidak.kelihatannya sangat kesal? lanjut bertanya.biasa aja,jawabku masih tanpa menoleh.boleh saya duduk?dia bertanya sambil duduk sebelum aku mengijinkannya.aku diam saja.sandi,katanya  mencoba memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.aku masih diam saja tanpa membalas uluran tangannya.
Mungkin yang ada dipikirannya saat itu aku adalah wanita sombong dan angkuh,terserah lah apa pun yang mau dia pikirkan lagipula apa perduliku entah siapa dia dan darimana datangnya?dia yang tiba tiba menghampiriku begitu saja.baiklah juka kamu tidak ingin diganggu,senang bertemu denganmu ujarnya sambil tersenyum berlalu pergi.aku hanya meliriknya saja sambil meneguk minumanku bahkan tidak juga membalas senyumannya.
Malam semakin larut,aku masih tetap bersantai menikmati minumanku,saat itu datang seorang pria yang setengah mabuk dan mungkin setengah sadar datang menghampiriku.pria ini mencoba menggangguku mencoba untuk tidak menghiraukannya,tapi tetap saja terus menggangguku sampai aku hilang kendali.aku menangkap kerah bajunya seketika itu juga aku melayangkan sebuah pukulan tepat di dagunya.dia langsung tersungkur kelantai mungkin karena dia sudah dalam keadaan mabuk sehingga terjatuh dengan satu pukulan.aku kembali duduk ketempatku sambil meneguk minumanku lagi saat itu beberapa petugas mengamankan pria itu.aku menoleh kesamping aku lihat sandi tersenyum dari kejauhan sambil pergi
Setelah beberapa lama aku menikmati minumanku aku pun memutuskan pergi karena disini pun tidak dapat menghilangkan kekesalan dalam hati hanya semakin kesal saja.tidak ada artinya aku berlama lama disini.saat pulang kerumah aku berhenti lagi ditempat aku berhenti sebelumnya saat melalui jalan ini.disini memang tempat kesukaanku baik siang ataupun malam pemandangannya sungguh indah.tidak banyak orang yang berhenti disini lagi pula bukan tempat wisata.
Disaat aku turun dari mobil aku melihat sandi pria yang menemuiku di discotic duduk santai sambil memandang jauh kedepan.hy,apa yang kau lakukan disini?tanyaku heran.hanya menikmati pemandangan yang indah jawabnya sambil sedikit terkejut.lalu kamu sendiri sedang apa kesini?disini adalah tempat yang paling kusukai jawabku.aku sering dan suka datang ketempat ini lanjutku lagi setelah diam sesaat.benarkah?aku merasa nyaman ditempat ini seakan aku bisa menyatu dengan alam dan memberiku ketenangan lanjutku lagi.kami pun saling berdiam untuk waktu yang lama.ketika itu aku memutuskan untuk pulang dan ingin cepat cepat beristirahat karena banyak hal yang membuatku lelah hari ini.
Aku pulang duluan.sambil mengulurkan tanganku,dia memnjabatnya.sila,menyebutkan namaku.senang mengenalmu jawabnya.terimakasih aku pun berlalu sambil tersenyum kecil.aku meninggalkan sandi dengan wajah yang menyimpan begitu banyak misteri.aku merasa aneh dan melihatnya sekarang dengan yang tadi pertama x bertemu sangat berbeda.tadi dia begitu ramah dan menebar senyum tapi sekarang wajahnya penuh kesedihan.bertanya Tanya dalam benakku sambil mengemudikan mobil.
Sesampainya dikantor aku dipanggil keruangan pimpinan.selamat pagi pak,aku masuk sambil menyapa setelah dipersilahkan masuk.duduklah,aku ingin pensiun dari perusahaan ini untuk itu putraku yang akan menggantikan posisiku.lalu dia terdiam sejenak,dan melanjutkannya lagi setelah melihatku hanya mendengarkan dengan serius.bagiku kau bukan hanya sebagai asisten tapi sudah kuanggap sebagai putriku sendiri.terimakasih pak jawabku singkat.putraku tidak menyukai bekerja diperusahaan ini untuk menggantikanku.jadi aku minta tolong kamu awasi dia dan aku percaya penuh kepadamu ujarnya menjelaskan.aku akan bekerja sepenuh hati dan berusaha yang terbaik pak jawabku.baiklah kamu bisa kembali bekerja jawabnya.terimakasih pak.aku segera berlalu meninggalkan ruangan
Aku sendiri tidak mengenal anaknya,karena selama aku berkunjung kerumah pak haryo aku tidak pernah bertemu dengan anaknya,sejauh yang aku dengar selama ini putranya berada diluar negeri.aku memang cukup dekat dengan keluarga pak haryo termasuk istrinya.aku sudah dianggap sebagai putrinya mengingat dia hanya memiliki putra tunggal tidak heran dia sangat menyayangiku.semenjak aku menyelamatkan istrinya dari perampok.itu lah awal aku mengenal kelurga pak haryo dan memberiku pekerjaan diperusahaannya.setelah itu aku sering diundang kerumah untuk berkunjung atau untuk menemani istri pak haryo berbelanja,tapi dia tidak pernah bercerita banyak mengenai putranya.
Ibuk haryo hanya pernah mengatakan kalau putranya sudah lima tahun tinggal diluar negeri dan tidak berminat meneruskan perusahaan ayahnya padahal mereka berharap banyak mengingat mereka hanya memiliki satu anak.melihat mereka sepertinya sedih memikirkan putranya aku pun tidak bertanya dan mencari tau lebih banyak lagi tentang anak mereka.sebenarnya ibuk haryo dulu melahirkan anak kembar tapi yang satu meninggal sewaktu masih kecil karena sakit.tapi sepertinya mereka membesarkan anaknya dengan baik.melihat mereka hidup bergemilang harta tapi anaknya hidup mandiri  sepertinya tidak dimanja berlebihan dari kecilnya.
Kebetulan hari ini hari libur,untuk mengisi waktu kosongku aku pergi berkunjung kerumah pak haryo yang sudah kuanggap sebagai orang tua angkat.ibuk ingin ditemani jalan jalan.setelah sampai dirumah aku melihat ibu sudah selesai bersiap.ayo kita langsung saja  berangkat ujarnya.kalau pergi denganku ibuk tidak suka membawa sopir jadi aku yang menyetir.setelah berkeliling cukup lama kami makan siang disebuah restoran,sambil menunggu pesanan datang ibuk bertanya kepadaku yang membuatku sedikit terkejut.
Kapan kamu memperkenalkan pacar kepada ibuk?ser,,,,hatiku berdesir aku merasa rona wajahku seketika berubah.jangan Tanya itu bu,sila gak punya pacar.mengapa wanita secantik kamu tidak memiliki kekasih?itu aneh rasanya!tidak apa apa ibu belem bertemu dengan pria yang cocok ujarku.ah,jika bukan untuk dirimu pikirkanlah tentang anakmu,dia membutuhkan sosok seorang ayah.saat itu pesanan kami datang,ibu ayo kita makan sila sudah lapar nih,jawabku mengalihkan pertanyaan ibu.
Pertanyaan ibuk yang membuatku teringat akan kenangan pahit.luka itu begitu membekas ,sehingga aku memutuskan untuk tidak lagi memberi kesempatan bagi laki laki untuk menyakitiku.aku menutup pintu hatiku sepenuhnya dan mengubahku menjadi wanita yang lebih kuat dan mandiri.aku tidak mengharapkan perlindungan dari seorang laki laki.bagiku cinta itu hanya bisa menyakiti saja dan laki laki itu memanfaatkan hati wanita yang mencintai.
Masih jelas terbayang dibenakku ketika pria yang kucintai meninggalkanku demi perempuan lain.saat itu aku sudah mempercayainya lebih dari diriku sendiri bahkan dia telah berjanji untuk menjadikanku pasangan seumur hidupnya.kata katanya begitu manis sehingga sangat menyakitkan walau hanya mengingatnya saja.aku tidak bisa melanjutkan hubungan denganmu karena aku telah menemukan  wanita yang terbaik untukku,aku salah selama ini.aku merasa mencintaimu tapi sekarang aku menyadari aku mencintainya bukan mencintaimu.kata kata terakhirnya masih jelas terngiang ditelingaku.begitu mudahnya dia mengatakan itu sementara seluruh hidupku telah kuserahkan kepadanya.bahkan aku mengandung anak darinya tanpa dia ketahui dan aku memutuskan tidak akan memberitahukan kepadanya. dia membawa pergi semua yang kumiliki tanpa ada yang tersisa meninggalkanku sendiri dalam duka hanya berteman air mata.sepanjang malam aku menangis meratapi aku benar benar kehilangan semuanya.tidak habis pikir mengapa dia bisa setega itu kepadaku dan melukaiku sedalam itu.sungguh kejam.semenjak itu aku tidak pernah percaya lagi kepada cinta dan kepada pria.aku tidak akan membiarkan cinta masuk kedalam hidupku.hanya janin yang didalam kandungankulah yang menguatkanku saat itu.
Ayo kita pergi,suara ibu memecah lamunanku.setelah beberapa saat kami selesai makan.kami pun pergi meninggalkan restoran itu.masih ada yang mau ibu beli?tidak,kita langsung pulang saja.aku pun memutar mobil dan segera melaju pulang kerumah.setelah mengantar ibu aku langsung pergi walaupun dia memaksaku tinggal dan menyuruh bermalam dirumah tapi aku membuat alas an karena aku ingin menyendiri.pikiranku masih tidak karuan karena pertanyaan yang ibu lontarkan tadi.aku sudah menguburnya dalam dalam selama lima tahun tapi membuatku terkenang kembali karena pertanyaan ibu.
Bab 2

Sore itu aku pergi kesebuah coffe shop tempat biasa aku bersantai,aku memilih tempat duduk disudut ruangan dengan pemandangan yang bagus.aku sering menghabiskan banyak waktu bersantai ditempat ini jika pada waktu libur atau kapan saja jika ada waktu kosong.aku pun memesan coffe kesukaanku dan segera mengeluarkan laptop dari dalam tas yang aku bawa.selain bersantai aku juga datang ketempat ini sambil menyelesaikan beberapa dokumen yang tertunda.
Wow,wanita luar biasa.terdengar suara dari sampingku.aku melirik,apakah disini tempat bekerja juga sambung sandi yang datang tiba tiba tanpa kusadari.bisa aku duduk?silahkan,jawabku mengijinkannya.apakah aku tidak menggangu?tidak juga jawabku datar.apa tidak cukup waktu bekerja dikantor sehingga kamu harus bekerja juga ditempat ini?tidak juga,aku hanya melakukan apa yang aku inginkan.mencoba untuk menjelaskan.dan kamu sendiri apa yang kamu lakukan disini tanyaku.pertanyaan yang konyol.aku bertemu dengan teman temanku setelah sekian lama jawabnya.tapi dimana mereka.sambil menoleh kesana kemari coba mencari.mereka sudah pulang kami disini dari tadi dan aku melihatmu jadi aku menghampiri jelasnya.ohh,jawaban yang teramat singkat lalu aku tak menghiraukannya sampai aku pulang dia hanya melihat aku yang sibuk dengan mengutak atik laptopku.aku pergi begitu saja tanpa mengatakan sesuatu kepanya.peduli amat,dalam hatiku.
Disetiap akhir pekan aku pergi ketempat ini dan anehnya setiap kali aku datang kesini aku melihat sandi disini dengan berganti ganti wanita tapi aku tidak pernah lagi berbicara dengannya semenjak itu sekitar dua bulan lamanya.
Aku tak menyadari ketika jam makan siang tiba,karena aku sibuk dengan pekerjaanku dikantor.pak haryo memasuki ruanganku.silahkan duduk pak jawabku sedikit terkejut dengan kedatangannya karena aku sama sekali tidak tau saat dia datang.masih bekerja?makan siang dulu jawabnya.ia pak,jawabku dengan formal karena dikantor aku tetap bersikap layaknya seorang karyawan.saat keluarga pak haryo menganggapku sebagai anak aku tidak ingin orang lain dikantor ini tau hanya untuk menjaga saja.
Sempatkan nanti sore kerumah ibu ingin memperkenalkanmu dengan anak kami sambungnya lagi.baik pak aku akan datang jawabku dan pak haryo pun pergi.memang sudah dua bulan lebih juga ibu terus menyuruhku datang kerumah tapi aku terlalu sibuk akhir akhir ini.sore sepulang kerja aku sempatkan mampir kerumah pak haryo.makan malamlah disini kata ibu,aku ingin memperkenalkanmu kepada putra ibuk tapi sekarang dia tidak ada katanya keluar sebentar dari tadi siang belum pulang ujarnya menjelaskan.aku hanya mengangguk tanda setuju.
Sampai makan malam selesai yang ditunggu tidak muncul juga akhirnya akupun memutuskan untuk pulang.sepulang dari tempat ibu aku pergi ke discotic untuk menenangkan pikiranku yang kacau balau hanya itulah yang bisa aku lakukan menjalani hidup yang berat ini.saat memasuki discotic aku melihat sandi bersama seorang wanita entah itu kekasih atau hanya wanita penghibur aku tidak tau pasti yang jelas mereka begitu dekat dan bermesraan.aku tidak ingin memikirkannya dan segera memesan minuman yang aku inginkan dan menikmatinya.
Sepertinya laki laki ini sudah kehilangan kesadarannya mungkin terlalu banyak minum,dia lewat persir dari di dekatku dan menabrak meja tempatku duduk.rasanya aku ingin sekali marah tapi sebelum itu dia sudah terkapar dilantai dan perempuan yang bersamanya pun meninggalkannya.karena tidak ada yang menghiraukannya aku pun memanggil petugas dan menyuruhnya untuk membawanya kedalam mobilku.aku tidak tau harus mengantar kemana orang ini sehingga aku memutuskan untuk membawanya kesebuah hotel lalu meninggalkannya disana begitu saja.

Pagi pagi sekali aku pergi ketempat yang biasa aku suka,tempat yang menyegarkan mata dan pikiranku dengan pemandangan indah.sampainya ditempat ini aku menarik nafas panjang menikmati sejuknya angina pagi yang berhembus menerpaku.aku tersenyum dan merasakan keindahan pagi ini.
(lanjutannya segera menyusul)

Komentar