Ketika aku menikmati keindahan pemandangan aku melihat sandy datang turun dari mobil menghampiriku,wajahku berubah kesal dan langsung pergi begitu saja.entah mengapa aku terus bertemu dengan orang ini?aku pun pergi ke coffe shop untuk menikmati segelas kopi sambil bersantai semoga saja dia tidak datang kemari itu yang kuinginkan.tapi yang kuharapkan berbeda dengan kenyataannya.bahkan aku melihatnya datang sambil menggandeng seorang perempuan.seketika aku langsung berdiri dan berlalu pergi sepertinya dia menyadari kepergianku.
Karena besok tidak masuk kantor aku pergi ke discotic malam ini hanya sekedar menenangkan pikiran dan berharap lagi tidak bertemu dengan sandy  hanya untuk hari ini saja.stelah meneguk beberapa gelas aku merasakan ada yang menghampiriku,aku menoleh sambil melihat sandy dan bergumam,kenapa selalu menghindar tanyanya.aku hanya diam dan berdiri hendak pergi tapi seketika itu juga dia menarik tanganku.
Sebenarnya kau wanita seperti apa?jangan terlalu angkuh jadi perempuan lanjutnya.aku coba menahan emosiku.takkan ada laki laki yang mau mencintaimu dengan sikap angkuhmu itu.sepertinya emosiku naik ke ubun ubun.kau tau apa tentang cinta jawabku?sambil berteriak keras.jangan belagu wanita itu sama saja murahan teriaknya.entah ada apa dengan pria ini yang ingin mencampuri kehidupanku dan aku sangat tidak suka itu.
Seketika itu aku melayangkan pukulan tepat diwajahnya dengan penuh emosi dan wajah yang memerah.jangan sok tau dan sesukamu menilaku,aku tidak suka kau mencampuri urusan pribadiku.sambil berlalu pergi waktu aku melihat dia memegangi wajahnya sambil merasa kesakitan.
Pikiranku menjadi tak karuan,selama seminggu aku hanya pergi kekantor setelah pulang aku hanya berdiam diri dirumah dan tidak pergi kemana mana.tapi hari ini divka anak laki lakiku meminta untuk ditemani jalan jalan.aku berpikir untuk menemaninya sambil berbelanja keperluan sehari hari juga.
Aku membawa divka kesebuah mall dan membiarkannya bermain sepuasnya setelah itu kami pergi berbelanja,ketika sewaktu pulang aku berpapasan dengan seseorang yang membuat jantungku berhenti berdetak,hy sila sapanya.aku tidak bisa menjawab tertegun beberapa saat dan menarik tangan anakku dan berlalu pergi dengan cepat.bagaimana bisa aku bisa menjawab sapaannya itu,sapaan laki laki yang telah menghianatiku dan aku bertemu dengannya bersama wanita  itu.karena wanita itu adalah alas an dia meninggalkanku.
Semakin sesak didadaku ketika mendengar pertanyaan divka,itu siapa ma?apa yang harus kujawab?bukan siapa siapa.trus kenapa mama seperti membencinya?apa itu musuh mama?semakin kaku lidahku dan sama sekali taka da kata kata yang bisa aku ucapkan.ia,nak dulu mama pernah berantam sama dia.hanya kebohongan yang bisa aku katakana.
Hatiku perih,hanya karena aku tidak ingin divka melihat airmataku sehingga tetap tertahan tapi aku tidak sanggup menahannya terlalu lama.sampai dirumah aku menurunkan anakku,divka masuk duluan mama masih ada urusan.
Aku melaju sekencang mungkin dijalanan sambil menangis karena airmata ini tak bisa kutahan lagi,ketika itu sudah malam.aku pergi ketempat dimana aku suka melampiaskan beban pikiranku.aku menghentikan mobilku dengan cepat sehingga terdengar suara desitan karena rem yg tiba tiba.aku segera turun dari mobil memegangi pagar dengan sekuat tenaga sambil memandang jurang dalam aku berteriak sekeras mungkin.
Masa lalu takkan pernah kembali.suara terdengar dari kegelapan.aku mencari cari suara itu sepertinya aku mengenalnya.aku melihat sandy duduk dikursi,aku tidak menyadari keberadaanya karena tempatnya gelap,hanya ada lampu jalan yang menerangi disini tapi lampu terhalang pepohonan tempat sandy berada.
Tidak perlu ikut campur dalam kehidupanku urus dirimu sendiri teriakku,aku melihatnya berdiri sambil memegangi seikat bunga mawar berwarna merah,aku melihat wajahnya begitu bersedih diantara lampu jalan yg redup,aku juga melihat sepertinya dia menangis karena matanya terlihat membengkak.

Dia berdiri dipinggir jurang sambil menjatuhkan bunga yang dia pegang,lalu dia pergi tanpa berkata apa apa lagi.diantara perasaan sedih ini aku sempat memikirkan pria aneh ini.yang kadang bersedih,kadang bersikap ramah,terkadang keterlaluan.membuatku bingung,tapi pikiranku teralihkan sesaat karena memikirkan sikap sandy.(lanjutan segera menyusul)

Komentar